<< September 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Home

Dead School Project
Dead School weblog
My Books
Weblog koleksi buku
Rendezvous
Blog Puisi, Cerpen, Essai
My Friendster Page
Jaringan teman-teman online 
Komikaze weblog
Weblog komik underground
Artwork

My Deviant Art gallery




Hello makasih udah berkunjung di blog ini, semoga tulisan disini bisa dibaca tanpa menimbulkan prasangka tapi memberi wacana yang baik buat pemikiran kita, tetap membaca buku ya... School is Dead, Books Never Die!!


agung@comic.com




Lihat Buku Baru:

Dar Mizan
Elexmedia
Gramedia
Grasindo
Jalasutra
LKiS
Metafor
Mizan
Pustaka Zahra
Serambi


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Thursday, September 08, 2005
Mengenal Karl Marx Lewat Komik


Karl Marx dan Marxisme, banyak orang merinding mendengarnya saat rezim orde baru berkuasa. Bagaimana tidak? ribuan orang telah menjadi tumbal politik karena dicap marxist dan komunis. Sedemikian mengerikankah Marx dan Marxismenya? sehingga rezim orde baru begitu ketakutan dan mengalami phobia yang berkepanjangan terhadap aliran pemikiran ini. Pelarangan ajaran Marxisme secara total, memang telah menutup pemahaman publik terhadap Marxisme itu sendiri, publik hanya mengenal bayangan hitam Marxisme sebagai “setan” yang berbahaya, tanpa kesempatan mengenal bagaimana Marxisme dipahami dalam wacana intelektual dan ilmiah. Pergesekan wacana publik yang telah sedemikan lama membeku memang masih menyisakan trauma-trauma politik di masa lalu, tidak terkecuali di jaman reformasi sekarang ini. Memang akhir-akhir ini buku-buku kiri begitu marak diterbitkan, dan konon laku keras di pasaran. Bagaikan kran yang terbuka setelah tersumbat selama 32 tahun rezim orba, kini antusiasme publik terhadap hal-hal yang berbau kiri begitu tinggi dari buku hingga barang-barang merchandise semacam tas, poster atau syal. Bahkan ada kecenderungan terjadi komodifikasi hal-hal yang berbau kiri, apakah kiri telah bergeser menjadi trend bukan sebagai keterterikan ideologis? Saat kapitalisme, hedonisme dan budaya pop menemukan jamannya. Siapapun bisa membeli Che Guevara lewat sepotong poster dan tas atau menikmati Lenin dalam nyamannya kaos oblong. Nah, apa salahnya kita berkenalan dengan Marx melalui lembar-lembar komik.


Buku komik Marx Untuk Pemula setebal 155 halaman ini--setelah sempat bergerilya dalam bentuk komik fotokopian dari tangan ke tangan di kalangan aktivis kiri di kampus-kampus--adalah terjemahan dari Marx for Begginer karangan Rius (seorang kartunis dari Mexico).. Pemikiran-pemikiran Marx yang radikal memang sangat akrab di sebagian kaum muda kita. Ide-ide tentang pertentangan kelasnya telah banyak diadopsi dalam berbagai pemikiran-pemikiran sosial. Terus terang. jika berbicara teori kelas kita tak bisa mengabaikan pemikiran Marx.


Membaca Marx dalam format komik tentu lebih menyenangkan daripada anda membacanya dalam buku-buku tebal (dijamin membikin kening anda pasti berkerut-kerut!). Sebagaimana judulnya, komik ini diperuntukkan bagi pemula yang ingin mengetahui siapakah Marx beserta Marxismenya. Melalui gaya yang jenaka Rius mengurai Marx dengan menelusuri latar belakang pemikirannya, kehidupan pribadi serta ide-ide besar yang dihasilkannya. Dengan menelusuri latar belakang pemikiran Marx, komik ini sekaligus menjadi pengantar filsafat yang ringkas. Di sini anda akan berjumpa dengan Hegel, Kant, Feuerbach, Descartes, Spinoza bahkan filsuf-filsuf seperti Heraclitus, Phytagoras, Socrates, Aristoteles, Democritus dan Plato tidak ketinggalan ikut nongol juga. Layaknya sebuah sejarah pemikiran, Marx adalah salah satu tonggaknya.

Lahirnya sebuah pemikiran tentu tidak bisa lepas dari konteks jamannya, begitu juga Marx. Penggambaran kehidupan pribadi Marx akan memudahkan kita memahami gejolak-gejolak pemikirannya. Kehidupan pribadi Marx sendiri ternyata sangat memprihatinkan, selalu dalam kubangan kemiskinan. Marx tersingkir dari pekerjaan dan negaranya justru karena tulisan-tulisan dan pemikirannya. Marx sekeluraga beruntung memiliki seorang sahabat seperti Engels yang membantunya di saat krisis. Engels juga yang kelak menyelessaikan dua jilid terkahir berdasar catatan Marx dari tiga jilid karya besar Das Kapital yang hanya sempat diselesaikan Marx satu jilid saja. Marx meninggal dalam keadaan sakit dengan kondisi yang sangat miskin. Ide-ide Marx telah mengubah dunia, banyak perubahan-perubahan dan gerakan-gerakan masyarakat seperti di Kuba, Rusia, China, Chili, Vietnam bahkan Indonesia terinspirasi oleh pemikiran-pemikiran Marx. Kritiknya terhadap kapitalisme, penindasan kelas, alienasi, dialektika, materialisme historis sampai cita-cita masyarakat tanpa kelas, masih menjadi perdebatan sampai sekarang.


Secara ringkas, komik ini cukup membantu untuk memahami Karl Marx dan pemikirannya. Gambar-gambar dan teks yang disajikan bisa diandaikan sebagai sebuah potongan-potongan rekaman sejarah perjalanan panjang pemikiran manusia. Karl Marx boleh mati, tapi Marxisme telah membelah dunia menjadi dua. Mereka yang memujanya dan mereka yang mencaci-makinya.


Posted at 11:37 pm by arixx

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Home Next Entry